Showing posts with label ilmu. Show all posts
Showing posts with label ilmu. Show all posts

Apakah Ulama itu...?

Posted by Noer Rachman Hamidi


Al-Quran menyebut ulama' (para sarjana, ilmuwan, intelektual, cendekiawan) dengan istilah lain sebagai ulu al-albab (orang-orang yang berakal). Al-Quran menyebutnya dalam 16 ayat (QS al-Baqarah: 179, 197 dan 269; Ali Imran: 7 dan 190; al-Maidah: 100; Yusuf: 111; ar-Ra'd: 19; Ibrahim: 52; Shad: 29 dan 43; az-Zumar: 9, 18, dan 21; Ghafir: 53; dan ath-Thalaq: 10).

Menurut Sayyid Quthb dalam Fi Zhilal al-Qur'an, juz 2, hlm. 32, ketika menafsirkan Surah Ali Imran, ayat 190-191, manusia ulul albab selalu tafakkur (memikirkan) tentang penciptaan langit dan bumi, tadabbur (merenungkan terjadinya silih bergantinya siang dan malam, belajar dari kitab al-kawn al-maftuh (buku alam terbuka). 

Fitrah mereka menyambut kebenaran yang terkandung di dalamnya, selalu tawajjuh (menghadap) kepada Allah dengan shalat penuh khusyu. Lebih dari itu, manusia ulul albab tidak sekedar tafakkur, tadabbur, dan tawajjuh kepada Allah dengan khusyu, tapi mereka melanjutkan dengan al-'amal al-ijabi (karya positif) yang timbul dari proses belajar itu. Itulah karya yang dikategorikan sebagai ibadah seperti halnya ibadah dalam tafakkur, tadabbur, dan tawajjuh. 

Bahkan karya tersebut dikategorikan sebagai al-tsamrah al-waqi'iyyah  (hasil nyata) dari ibadah itu yang diterima oleh semua tanpa membedakan jenis kelamin, laki-laki perempuan, suku dan bangsa. Semua sama dalam kemanusiaan dan sama dalam timbangan.

Manusia ulul albab adalah para ulama yang diberikan kelebihan oleh Allah berupa al-hikmah (kebijaksanaan dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang dikuasai). Allah berfirman: "Allah menganugerahkan al-hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi al-hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran melainkan ulul albâb." (QS al-Baqarah: 269). Mereka adalah manusia yang memadukan kekuatan taqwa dan ilmu pengetahuan (QS al-Baqarah: 179 dan 197).

Manusia ulul albab adalah mereka yang mampu mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia, baik dan buruknya. Allah berfirman: "Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi ulul albab. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (QS Yusuf: 111).

Manusia ulul albab bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, meyakini luasnya ilmu Allah, dan mereka berusaha keras mengambil pelajaran dari setiap ilmu yang dikuasai guna kebaikan lingkungannya. (QS Ali Imran: 7). 

Semua kejadian yang disaksikan, lalu dipelajari, dan dipikirkan (tafakkur) untuk mendapatkan ilmu baru. "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ulul albab." (QS Ali Imran: 190).

Manusia ulul albab selalu memiliki kesadaran (dzikr) kepada Allah dalam kondisi apapun; ketika berdiri, duduk, berbaring, atau dalam kondisi apapun lalu tafakkur (memikirkan) tentang penciptaan langit dan bumi. "Mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.'" (QS Ali Imran: 191). 

Mereka selalu beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, takut kepada siksa akhirat dan selalu mengharapkan rahmah Allah. "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya ulul albab yang dapat menerima pelajaran." (QS az-Zumar: 9).

Tafakkur adalah memikirkan ciptaan Allah yang ada di langit dan di bumi, mempelajari sunnah Allah (hukum-hukum Allah) yang terdapat pada alam, sehingga menghasilkan science (ilmu pengetahuan). 

Dzikr adalah upaya tadabbur (merenung) dalam rangka memanfaatkan science (ilmu pengetahuan) agar sejalan dengan al-shirath al-mustaqim (jalan lurus) yang dikehendaki Allah. Maka tercipta teknologi ramah lingkungan menuju kemajuan peradaban umat manusia, bukan teknologi destruktif yang menghancurkan.

Manusia ulul albab selalu takut kepada Allah, mampu membedakan mana yang  baik dan mana yang buruk, mana yang hak dan mana yang batil, meski keburukan dan kebatilan itu sangat menggiurkan. (QS al-Maidah: 100). 

Mereka berani menentang thaghut (para pemimpin tiran) dan tidak takut kepada siapa pun. Mereka hanya takut kepada Allah. Mereka mau mendengarkan berbagai perkataan, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. (QS az-Zumar: 17-18).

Manusia ulul albab adalah orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, mempererat silaturahim, takut kepada Allah, sabar, dalam mendapatkan ridha Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan rezeki Allah secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. (QS ar-Ra'd: 19-22).

Semoga kita mampu meraih gelar mulia sebagai ulul albab agar umat dan bangsa terhindar dari krisis yang berkepanjangan akibat cahaya iman, ilmu, dan amal sudah tidak lagi bersinar terang. Kita harus pancarkan kembali sinar itu untuk menerangi kegelapan, keterpurukan, dan kehancuran. Aamiin YRA.
Wallahu a`lam bish shawab. 

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Description: Apakah Ulama itu...?
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Apakah Ulama itu...?
Selengkapnya → Apakah Ulama itu...?

Islam dan ilmu pengetahuan

Posted by Noer Rachman Hamidi


"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." 
(QS Al-Baqarah: 164)

Dalam ayat di atas setidaknya terdapat tujuh ayat kawniyyah (tanda-tanda kejadian alam): 
Pertama, Penciptaan langit dan bumi. 
Kedua, Pergantian siang dan malam. 
Ketiga, Berlayarnya kapal di lautan. 
Keempat, Turunnya hujan. 
Kelima, Air yang menghidupi. 
Keenam, Tumbuh-tumbuhan dan binatang. 
Ketujuh, Angin dan awan. 

Tentu saja masih banyak ayat kawniyah lain yang disebutkan atau belum disebutkan dalam ayat-ayat al-Quran.
Ini menunjukkan betapa banyak dan luas ciptaan Allah. Ciptaan-Nya yang tak terhingga itu digambarkan dalam ilmu-Nya yang sangat luas. 
"Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya." 
(QS Al-Baqarah: 255). 

Allah berfirman: "Katakanlah, 'Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." (QS Al-Kahfi: 109). 

Segala kawn (kejadian) yang diciptaan Allah itu merupakan ayat (tanda-tanda) bagi kaum yang berakal (QS al-Baqarah: 164). Menarik bahwa di dalam al-Quran kata-kata yang menunjukkan proses berpikir, selalu menggunakan fi`il mudhari` (kata kerja kini dan yang akan datang) yang memberikan pengertian terus menerus dalam proses penyempurnaan mencapai ilmu pengetahuan. 

Maka proses membaca (yaqra'), melihat (yara), memandang (yanzhur), mengetahui (ya'lam), meneliti (yabhats), memikirkan (ya'qil, yufakkir, ya tafakkar), merenungkan (yatadabbar) dan menghasilkan (ya'mal), menjadi kegiatan ilmiah yang diwajibkan dalam Islam.

Allah menghendaki manusia agar menjadi ulama' (para sarjana, ilmuwan, intelektual, cendekiawan) sehingga semakin tambah teguh keyakinannya kepada Allah. Firman Allah: "Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS Fathir: 28).

Ulama itu adalah orang-orang beriman yang sanggup memaksimalkan peran akal hingga mampu mengukir sejarah, membangun peradaban, dan mengangkat martabat dan kemuliaan. 

Al-Quran menyebutkan dengan redaksi yang berbeda-beda untuk menunjuk pada perintah dan anjuran menggunakan akal. Akar kata 'aqala dengan berbagai tashrifnya disebutkan sebanyak 49 kali, dari akar kata fakkara dengan berbagai tashrifnya sebanyak 18 ayat, dari akar kata faqaha sebanyak 20 kali, dari akar kata 'alima sebanyak 679 kali, dari akar kata qara'a sebanyak 70 kali. Bahkan wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah SAW adalah perintah untuk membaca (iqra'). 

Al-Quran mengecam mereka yang tidak menggunakan akal sebagai binatang (QS Al-A'raf: 179 dan Al-Furqan: 44), dan Allah akan mengangkat seorang mencapai derajat yang setinggi-tingginya karena menguasai ilmu (QS al-Mujadilah: 11).

Allah membenci manusia yang berada dalam al-jahiliyyah (kebodohan) yang sengaja merusak fungsi akal, menelantarkan, atau menghilangkannya. Minuman keras dan mabuk-mabukan, umpamanya, dilarang karena terkait dengan tindakan seseorang dalam merusak fungsi akal. Lihat beberapa ayat dalam al-Quran, seperti dalam Surah Al-Baqarah: 219, Surah An-Nisa': 43, dan Surah Al-Maidah: 90- 91. 

Begitu agungnya peran akal dan pentingnya ilmu pengetahuan sehingga dalam tradisi Islam, ilmu pengetahuan ditransmisikan sedemikian rupa sehingga berkembang pesat. Kawasan Islam menjadi pusat perhatian dunia dalam hal ilmu, pencerahan, dan peradaban. 

Dari generasi ke generasi semangat mengembangkan ilmu pengetahuan itu terjadi. Penelitian, eksperimentasi, penemuan, dan metodologi keilmuan  terus menerus dilakukan oleh kaum intelektual muslim. Pasang surut proyek kerja ilmiah tersebut terjadi dalam sejarah Islam. Namun sejalan dengan mengendurnya aktivitas ilmiah, sikap jumud dan statis, umat Islam dininabobokan oleh kejayaan masa silam, dan kalah bersaing dalam gerakan ilmiah, maka sinar Islam itu redup, cayanya tertutup oleh debu kebodohan, kemiskinan dan keterpurukan.
Wallahu A'lam.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Description: Islam dan ilmu pengetahuan
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Islam dan ilmu pengetahuan
Selengkapnya → Islam dan ilmu pengetahuan

Tidak berdaya karena Ulah Kita sendiri...

Posted by Noer Rachman Hamidi


Di antara sekian banyak tanaman yang ada di dunia, ada satu jenis tanaman yang keberkahannya secara eksplisit disebutkan di Al-Qur’an yaitu pohon zaitun.

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS 24:35).

Selama ini kita berasumsi bahwa zaitun ini adalah tanaman negeri-negeri Arab  dan Mediterania – karena produksi terbesar zaitun dunia memang di Mediterania – yaitu Spanyol dengan luas tanam sampai 2.33 juta hektar dengan produksi sekitar 6.94 juta ton per tahun.

Mungkinkah negeri kita ini menjadi produsen besar zaitun dunia ?

Kemungkinan itu tentu selalu ada, hanya yang diperlukan adalah pikiran terbuka kita untuk mau belajar, berusaha dan terus mencoba sesuatu yang berbeda – sambil tentu saja memohon pada Yang Maha Pencipta untuk memudahkan jalan kita. Hanya Dia yang bisa menumbuhkan segala jenis pepohonan itu sebagaimana firmanNya :

“Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).” (QS 27:60).

Maka jelas bila Allah berkehendak – pohon zaitun-pun akan bisa tumbuh sebaik-baiknya di negeri kita ini. Ini dari tataran Ilahiahnya, sekarang bagaimana dari tataran ikhtiari manusianya ?

Pertama dari statistik pohon-pohon yang paling banyak ditanam manusia di dunia. Zaitun menduduki nomor 3 pohon terbanyak ditanam di dunia setelah kelapa dan sawit. Menariknya adalah di dua jenis pohon yang lebih banyak dari zaitun tersebut, Indonesia berada di urutan no 2 untuk kelapa (setelah Philippine)  dan nomor 1 untuk sawit (di atas Malaysia).

Luas tanaman sawit Indonesia saat ini lebih dari dua kalinya luas tanaman zaitun di Spanyol – yang merupakan penghasil zaitun terbesar dunia. Artinya dari ketersediaan lahan, mestinya sangat cukup bagi kita untuk bisa menanam zaitun secara masif dalam jumlah yang sangat besar – seperti ketika kita menanam sawit.

Sama-sama penghasil minyak, tetapi yang satu (zaitun) disebut keberkahannya secara spesifik di Al-Qur’an – mengapa tidak ini yang kita pilih ? Apakah tanaman ini cocok ditanam di tanah kita ? pertama dahulu sawit juga bukan tanaman asli kita, awalnya dibawa penjajah Belanda konon hanya 3 atau 4 benih dari Afrika Barat. Lihat kini Indonesia menjadi produsen sawit terbesar di dunia.

Kedua dari sisi geografis, zaitun tumbuh terbaik di daerah daerah subur yang beriklim panas. Kurang apa banyaknya daerah subur yang kita miliki ? dan kurang panas apa sekarang suhu rata-rata kita ? Tetapi mengapa kita menganggap penting zaitun ini ?
  • Pertama tentu karena keberkahannya yang disebutkan di Al-Qur’an tersebut di atas.
  • Kedua karena keberkahan tersebut juga terbukti secara ilmiah. Bila minyak sawit banyak diperdebatkan dampaknya pada kesehatan misalnya,  minyak zaitun sebaliknya begitu banyak diberitakan manfaatnya.
Dengan begitu banyaknya bukti ilmiah yang menunjang minyak zaitun ini, sejak sekitar sepuluh tahun lalu di Amerika bahkan minyak zaitun boleh dilabeli sebagai minyak kesehatan. Diantara yang terbukti secara ilmiah itu adalah menurunkan kolesterol, menurunkan resiko penyakit cardiovascular, menurunkan tekanan darah, meningkatkan keperkasaan seksual, mengurangi resiko penyakit saluran pernafasan, anticancer, antiseptic dan antimicrobial.

Dengan mengungkapkan kelebihan minyak zaitun tersebut, tidak berarti juga serta merta kita gantikan lahan-lahan sawit dengan zaitun – meskipun nantinya bisa jadi para pemilik lahan sawit akan hijrah ke zaitun dengan sendirinya bila mengetahui nilai ekonomisnya yang juga luar biasa.

Tetapi saya lebih tertarik untuk mengarahkan pohon zaitun ini sebagai tanaman rakyat, agar sebanyaknya rakyat nantinya bisa menanam dua pohon zaitun dari jenis yang berbeda di halaman rumah-rumahnya. Perlu dua jenis karena pohon zaitun memberi hasil maksimal bila bisa terjadi polinasi dari dua jenis yang berbeda, disamping juga meminimasi penjalaran penyakit.

Pohon zaitun bisa dibudi dayakan-oleh rakyat karena bahkan untuk mengolah sampai menjadi minyakpun tidak harus membutuhkan industri, seperti di negeri Jordania (saya sempat membeli minyak zaitun produksi rumah tangga dalam perjalanan ke Al Aqsa). Dengan peralatan dapur yang seadanya, Anda bisa membuat minyak zaitun terbaik Anda sendiri – yaitu yang disebut EVOO (Extra Virgin Olive Oil).

 

Saya membayangkan suatu saat rakyat negeri ini tidak perlu pusing oleh mahalnya minyak goreng, kelangkaan minyak tanah dlsb. Semua bisa diproduksi sendiri dari halaman rumahnya. Memang perlu waktu untuk sampai ke sana, tetapi kalau kita mulai sekarang – insyaAllah generasi anak cucu kita akan bisa mandiri dari sisi minyak yang sehat ini. Suatu saat kita akan bisa makan goreng-gorengan yang murah, enak dan sehat karena minyaknya kita buat sendiri dari jenis minyak yang terbukti aman dan bahkan menunjang kesehatan tersebut.

Kandungan lemak buah zaitun sekitar 15.3 % , jadi cukup tinggi rendemen setiap buahnya yang bisa menjadi minyak. Produktifitas hasil buah zaitun per pohon juga bisa sangat tinggi. Ketika di awal masa berbuah mulai dari sekitar 10 kg/ pohon ; ketika pohon terus membesar hasilnya untuk jenis zaitun tertentu bisa mencapai 1 ton/ pohon.

Bentuk keberkahan lain dari phon zaitun adalah usianya yang bisa sangat panjang, salah satu pohon zaitun di Athena dimana Plato dahulu bernaung untuk mendirikan Plato Academy-nya – konon hingga kini pohon tersebut masih hidup – berarti 2400-an tahun sudah usianya.

Lantas bagaimana kita bisa mulai menanam pohon keberkahan yang usianya bisa sampai ribuan tahun ini ? Mulai dari yang kita bisa, mulai dari yang kita ada. Tidak terbatas pada knowledge tetapi juga benih dan bahkan pelatihannya untuk membangun skills yang dibutuhkan.

Jadi selain kurma, untuk anggur kini kami juga sudah memiliki jalur perolehan benih dan pelatihannya untuk membangun ketrampilan berkebun anggur.

Untuk zaitun sendiri, ada sahabat saya yang tidak sengaja menyimpan zaitun terbaik yang dibawanya langsung dari tanah Syam – yang secara spesifik disebut keberkahannya dalam ayat Al-Qur’an tersebut di atas.

Dari buah segar zaitun yang dibawa langsung dari negeri Syam oleh tangan pertama inilah nantinya mudah-mudahan zaitun bisa tumbuh dan berkembang di negeri yang subur ijo royo-royo ini. Seperti juga sawit, bisa jadi dunia menunggu kita di negeri ini untuk memproduksi secara masal kurma, anggur dan zaitun ini – tiga jenis tanaman yang paling banyak disebut dan disandingkan di Al-Qur’an.

Mengapa nunggu kita ?, karena di negeri inilah lahan-lahan subur dalam skala sangat luas itu tersedia. Di negeri inilah ratusan juta  muslim tinggal, jutaan diantaranya rajin membaca Al-Qur’an, puluhan ribu diantaranya bahkan hafal Al-Qur’an – dan diantara mereka ini pastinya banyak yang sangat menguasai tafsir ayat-ayatNya dengan sangat baik.

Bila penjajah Belanda yang tidak membaca Al-Qur’an saja bisa membuat rintisan yang kemudian menjadikan Indonesia produsen sawit terbesar di dunia ?, mengapa tidak kita untuk membuat rintisan agar kurma, anggur dan Sambil terus berusaha membenihkan biji-biji dari buah zaitun segar yang dibawa langsung dari tanah Syam tersebut, kita perlu terus berdo’a memohon pertolonganNya – karena hanya dia-lah yang sanggup menghidupkan tanaman dari biji-bijian tersebut.

“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?” (QS 6:95).

InsyaAllah kami siap berbagi know-how dan skills  pada waktunya setelah eksperimen-eksperimen ini berhasil. Amin YRA.

www.agribisnis-indonesia.com
Rumah Hikmah, www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Description: Tidak berdaya karena Ulah Kita sendiri...
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Tidak berdaya karena Ulah Kita sendiri...
Selengkapnya → Tidak berdaya karena Ulah Kita sendiri...